Membumi Melalui Tradisi

Di tengah arus modernisasi yang semakin deras, tradisi sering kali dianggap kuno atau tertinggal. Padahal, di sanalah akar yang meneguhkan identitas sebuah masyarakat. Tradisi bukan sekadar ritual atau serangkaian kebiasaan turun-temurun, melainkan cermin nilai, kearifan, dan cara hidup yang menjaga manusia tetap membumi.

Setiap prosesi adat, setiap lagu rakyat, setiap doa dalam bahasa ibu, adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Tradisi mengajarkan kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur—nilai-nilai yang kerap terlupakan dalam kehidupan modern yang serba cepat.

Membumi melalui tradisi berarti menempatkan diri kembali pada keseimbangan dengan alam dan sesama. Kita belajar menghargai hasil bumi, menjaga lingkungan, serta menata hubungan sosial dengan hormat dan gotong royong.

Ketika generasi muda ikut melestarikan upacara adat, permainan rakyat, dan bahasa daerah, sejatinya mereka sedang menanamkan akar pada tanahnya sendiri. Sebab bangsa yang berakar kuat tidak akan mudah goyah oleh perubahan zaman.

Tradisi bukan penghambat kemajuan, melainkan pondasi agar kemajuan itu memiliki arah. Dengan tetap membumi melalui tradisi, kita berjalan ke masa depan tanpa kehilangan jati diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *